468x60 Ads

Welcome to Blog magizterz.......you are now visiting magizterz.blogspot.com.......THANKS FOR VISIT by magizterz

kisah cinta antara setiawan dan sulandari

Dinegara Antah berantah memerintah seorangRaja yang bijaksana dan baik budi, memerintah dengan adil dan makmur. walaupun demikian Sang Raja selalu resah memikirkan putrinya yang cantik jelita sudah cukup umur tetapi belum punya suami juga. Sang Raja menyuruh putrinya untuk mencari sendiri calon suaminya. Sang Putri bernama Dewi Sulandari dengan gembira menyetujui permintaan ayahndanya. Dewi Sulandari Menyamar sebagai orang biasa dan berdagang makanan dipasar tempat ayahnya memerintah. dalam beberapa saat ditemuilah seorang pemuda yang berjualan kayu bakar bernama Setiawan. Dalam perkenalan ini timbulah rasa cinta diantara keduanya. Setiawan mengajak Dewi Sulandari kerumahnya untuk diperkenalkan kepada orang tuanya. Dewi Sulandari amat terkejut, dimana Setiawan adalah orang miskin dan hidup bersama bapaknya yang sudah tua dan buta. semua keperluan hidupnya dilakukan oleh Setiawan sendiri. Setelah mengetahui keadaan demikian Sang Dewi Sulandari juga mengenalkan Setiawan kepada orang tuanya. Begitu sampai Setiawan terkejut, bahwa Dewi Sulandari adalah anak Raja yang baik budi dan hidup sederhana. Raja menyetujui atas pilihan calon suami Dewi Sulandari. Diputuskan pula Pesta pernikahan akan segera dilangsungkan. Begitu disetujui pada malam hari Sang Raja bermimpi didatangi Malaikat yang mengatakan bahwa Calon menantunya Setiawan adalah orang baik tetapi umurnya hanya setahun lagi. Begitu terbangun dan besoknya dipanggilah putrinya untuk membicarakan mimpi itu. Dewi Sulandari tetap pada pendirian atas pilihannya, dan meminta agar dirahasiakan mimpi itu. Setelah selesai upacara kebesaran, maka Dewi Suciati diboyonglah kerumah Setiawan untuk hidup berumah tangga sebagaimana layaknya orang biasa. Dewi Suciati merawat mertuanya dengan kasih sayang dan suaminya dicintai sepenuh hati. Merua dan suami amat bahagia atas hadirnya Dewi Sulandari dirumah itu. Dewi Sulandari sudah merasa satu tahun merawat mertuanya dan suaminya maka dia melakukan puasa 3 hari tiga malam menjelang ajal yang ditentukan. Pada saat ajal tiba Dewi Sulandari meminta ikut menemani Setiawan ketengah hutan untuk membantu mengambil kayu bakar. Setiawan melarangnya karena pekerjaan mencari kayu bakar adalah berat dan hanya untuk kaum lelaki. Akhirnya Setiawan setuju dibantu oleh istrinya Dewi Sulandari. Ditengah-tengah mengumpulkan kayu bakar Setiawan merasa capek dan tidak enak badan dan beristirahat dengan peluh yang mengucur terus. Dewi Suciati mengetahui isyarat itu bahwa saatnya sudah tiba Setiawan akan meninggal, maka ditaruhlah kepala Setiawan dipangkuannya dan dibelainya dengan kasih sayang. Dan akhirnya Setiawan mengembuskan nafasnya yang terakhir dalam pelukan Dewi Sulandari. Saat itu pula bersamaan hadir Malaikat yang menyampaikan berita dulu kepada ayahnya Sang Prabu. Malaikat berkata ” Hai Dewi Sulandari sudah saatnya Setiawan meninggalkan dunia ini, karena engkau berdua orang baik kami akan memenuhi 3 permintaan yang engkau pinta asal jangan meminta Setiawan dihidupkan kembali.” “ Terimakasih Malaekat ” Hamba meminta agar mertua hamba bisa melihat ” Malaekat menjawab ” Permintaanmu dipenuhi, dan berikutnya apa yang kau minta “. Dewi Sulandari mengajukan permintaan yang kedua ” Hamba mohon diberikan anak seratus orang ” . Malaekat menyetujui permintaan tersebut. Dan terakhir apa yang kau minta Dewi Sulandari ? tanya malaikat. Dewi Sulandari berpikir setengah mati apa yang diminta untuk yang terakhir ini. Terbesit dipikirannya bagaimana punya anak tanpa suami ?. Akhirnya Dewi Sulandari mengajukan pertanyaan itu kepada Malaikat, Malaikatpun menyetujui itu yaitu menghidupkan Setiawan agar mempunyai anak seratus orang selama seratus tahun.

0 komentar:

Posting Komentar

Random Post